Wednesday, 5 January 2011

Distro Disana Sini!

Hai Urban People, Balik lagi bareng aku. Kini aku mencoba untuk membahas soal Distro yang udah banyak dan menjamur di seantero Indonesia. Mungkin Artikel ini Repost, tapi gak apa-apa. Aku kini coba untuk nge-bahas Distro Atau yang juga merupakan singkatan dari Distribution Store .


Sejarah Distro 
( Sumber: http://www.lintasberita.com/go/442507)



  Di Kota Bandung – bagi sebagian masyarakatnya – keberadaan berbagai t-shirt seperti yang diperbincangkan di atas bisa jadi merupakan satu hal yang lazim. Demikian juga dengan keberadaan geng motor tua, sepeda bmx, penggemar musik hip-hop, musik elektronik, break dance, hardcore, grindcore, sampai dengan komunitas penggemar musik punk yang tersebar di beberapa tempat di sekitar pojokan kota. Dengan penampilan yang spesifik, beberapa kelompok ini menyebar di sekitar kampus-kampus, pojok-pojok jalan, diskotik, bar, daerah pertokoan, kamar kost, rumah kontrakan, shooping mall, dan lain sebagainya. Di malam Minggu, beberapa komunitas ini biasanya terlihat di sekitar Jalan Dago, Gasibu, BIP, Cihampelas, sampai Jalan Braga. Di Bandung, kebanyakan orang tampaknya memang masih punya banyak waktu luang untuk memikirkan beberapa hal yang mendetail dalam kehidupan sehari-hari mereka. Beberapa hal detail yang kemudian bermuara pada beragam kecendrungan akan gaya hidup, perilaku, dan berbagai aliran pemikiran.

 Dadan Ketu, sebutlah demikian. Terlahir di Kota Bandung pada tahun 1973. Pemilik nama ini bukanlah figur yang asing lagi bagi mereka yang akrab dengan komunitas underground Kota Bandung di era pertengahan ‘90-an. Bersama 8 orang temannya, pada sekitar tahun ‘96 ia berinisiatif untuk membentuk sebuah kolektif yang kini dikenal dengan nama Riotic. Melalui ketertarikan akan satu model ideologi yang sama, komunitas ini kemudian mulai memproduksi musik rilisan mereka sendiri, yang kemudian berkembang menjadi sebuah toko kecil yang menjual segala macam pernak-pernik dari mulai kaset, merchandise band, t-shirt dan lain sebagainya.

  Dari sinilah mulai bermunculan distro-distro lainnya di penjuru Indonesia. Tidak hanya tempat-tempat komersil saja yang dijadikan tempat berjualan, Bray, Tapi juga rumah-rumah pun ikutan dijadikan tempat menjajakan Produk-produk distro yang sarat dengan budaya urban yang bertindak menentang penindasan. Dari daerah kecil hingga besar, semua mulai membuka distro dengan ciri khas-nya masing-masing.(Edited) 
 
 
Contoh Distro (Pic Random From Google.com)

Contoh Distro Yang Menggunakan Rumah sebagai Tempat Jualan



Pameran Distro Yang Sedang Menjamur

  Tidak bisa dipungkiri, Distro sudah menjadi bagian bagi masyarakat urban di Indonesia. Macam-maca brand Clothing sudah mulai banyak bermunculan semenjak tahun 90-an. Pada masa itu, Distro masih erat kaitannya dengan Gaya Hidup PUNK yang cenderung menolak kemapanan dan juga dekat dengan istilah Rebel. Tapi, Distro saat ini sudah bukan saja menjadi media terbatas untuk penyuka Punk dan yang menjalankan gaya hidup Rebel ini. Distro sudah menjadi hal yang "wajib" dimilik oleh seseorang untuk menyampaikan aspirasinya dan ide kreatifnya, yang biasanya diproduksi secara terbatas. Mengapar terbatas? Karena memang Produk Distro tidak hanya mementingkan segi komersialitas saja, sob tapi juga orisinilitas. Dengan begitu, para pengguna produk distro pun gak merasa memilki produk yang pasaran, dan produk yang digunakan sesuai dengan jiwa dari pengguna. You are What You Wear , kira-kira seperti itulah intinya dari distro ini.

  Seperti kita tahu, dengan menjamurnya Distro di Seluruh Indonesia, Distro-distro ini juga membutuhkan Wadah untuk bisa saling berpromosi dan juga saling bertukar pikiran sesama pengembang Distro, juga penggemar produk distro. Maka dari itu, berbagai festival Clothing mulai banyak bermunculan disana-sini yang juga menampilkan Band-band Indie. Ya, selain dekat kaitannya dengan gaya hidup Underground/Punk, kini Distro juga erat kaitannya dengan kultur indie. Melalui distro-distro inilah pemasaran album-album musisi indie dipasarkan, jack

  Festival-festival Distro/Clothing mulai banyak bermunculan sekitar tahun 2000. Ketika sebelumnya, distro hanya sebagai tempat memasarkan produk tanpa harus bekerjasama dengan brand clothing, yang mulai berubah semenjak tahun 2000an. Festival-festival seperti ini mulai banyak ada karena tuntutan masyarakat akan produk distro pun mulai bertambah. Melalui festival seperti ini, memudahkan penjual dan pembeli untuk bertemu tanpa harus pergi ke toko resmi brand clothing-clothing tersebut. Selain itu, Festival-festival seperti ini juga menjadi media band-band Indie untuk bisa unjuk gigi menghibur pembeli yang juga adalah penikmat musik indie.




Contoh Event Clothing Tahunan Di Jogja

Event Tahunan Clothing Jakarta

Clothing Festival
Crowd di Clothing Fest. Ditempat inilah sharing dan jual beli bisa lebih mudah

Sale yang bikin ngiler



Festival Clothing Terbesar Di Indonesia, KICKFEST!

 Teman-teman, udah pada pernah dengar dengan yang namanya KICKFEST? Mungkin bagi sebagian orang, nama ini masih asing. Tapi untuk kalian ketahui, KICKFEST adalah The Most Biggest Clothing Expo Based In Indonesai! Ya, KICKFEST adalah tempat berkumpulnya dari seluruh Brand Clothing ternama Indonesia untuk mempromosikan dan mendistribusikan produk-produk mereka.

  KICKFEST sendiri adalah sebuah acara expo yang diprakarsai oleh asosiasi komunitas Clothing dan Distro yang menamai dirinya Kreative Independent Clothing Kommunity (KICK) yang berpusat di kota Bandung. Anggota untuk di Bandung sendiri tercatat 26 clothing dan 2 distro, sementara perwakilan resmi tercatat di Yogyakarta. Sementara Jakarta, Lampung, Surabaya, Makasar sebagai kota representative karena kepengurusannya belum diresmikan.
Saat ini KICKFEST bagi anggota KICK sendiri dianggap sebagai event paling “sakral” yang hanya boleh diadakan satu kali dalam satu tahun.(Sumber: http://kickindonesia.multiply.com/journal/item/2)

 Konsep dari KICKFEST sendiri adalah: News, Education, Experience dan Entertainment.

News, acara ini harus dapat memberikan informasi mengenai sesuatu yang terbaru atau telah dapat dicapai oleh pesertanya. Dapat berupa inovasi maupun tehnik dalam produksi dan desain.
Education, dimaksud untuk memberikan edukasi pasar dalam menghadapi ancaman pembajakan disain dan juga mengenai clothing lokal yang sesungguhnya, yaitu yang tidak hanya menjual produk tapi juga memiliki attitude dan image dalam setiap bentuk produksinya. Karena saat ini banyak sekali bermunculan clothing-clothing baru yang jauh menyimpang dari citra image lokal clothing yang sesungguhnya.

Experience, acara ini harus memberikan kesan atau pengalaman yang medalam bagi para pengunjungnya. Tidak hanya berbelanja, diharapkan pengunjung dapat menikmati suatu suguhan yang berbeda dengan acara expo biasanya.

Entertainment, hiburan sebagai pelengkap acara ini menghadirkan semua bentuk hiburan yang berbau semangat independent. Dapat berupa penampilan band, pemutaran film indie, skateboard showcase, art showcase dan lain lain.

Salah Satu Booth di Kickfest Dengan Lensa Fisheye(Taken From Kickfest.com)

Setiap Tahunnya, KICKFEST membuat kejutan-kejutan supaya orang tidak jenuh
 Selain menampilkan booth-booth Clothing Company dari seluruh Indonesia, KICKFEST juga menampilkan berbagai macam komunitas urban, mulai dari Fingerboard, Band Indie, Chiptune, Karikatur, Grafitti,dan lain-lainnya. Karena itu, KICKFEST selain jadi ajang untuk tempat FJB, juga menjadi tempat nongkrong bagi anak-anak yang penasaran atau juga suka/minat dengan berbagai budaya urban. Jadi gak salah memang, KICKFEST ini jadi agenda tahunan wajib untuk distroholic juga Urban People semua.

 Dan juga, bentuk dari KICKFEST ini juga adalah Roadshow dari kota ke kota lainnya. Jadi, untuk yang tidak sempat pergi ke KICKFEST Bandung atau Jakarta,  jangan kawatir. Siapa tahu KICKFEST akan sampai juga di Kota kamu. Karena tiap tahunnya, Kota-kota yang dikunjungin oleh BACKFEST juga makin bertambah. Jadi, Stay Tuned Aja terus di Blog ini. Pasti bakalan ada info-info terbarunya!
Poster KICKFEST 2010

No comments:

Post a Comment

Search This Blog