Rasanya gak muluk-muluk kalo saya ungkapkan kalimat ini untuk sepeda bergir fixed ini. Karena Fixie bukan lagi hanya sebagai alat transportasi maupun untuk cari keringat, tapi juga sudah jadi gaya dan harus punya ciri khas yang “kita banget” gitu di dalamnya. Jadi, bisa jadi kalo kita di jalan liat pake Fixie Ungu, “mungkin” saja Janda dengan identitas sepedanya. Haha, ya gak seperti itu juga. Maksudnya mungkin dia demen sama si JB atau emang suka aja sama tuh warna. Itu misalnya.
Urban People, Kali ini saya akan membahas banyak soal Fixie. Mulai dari sejarahnya, kenapa orang lebih milih fixie, apa yang dibutuhin kalo kamu mau bangun Fixie, dan juga tips dan trik untuk yang mau nge-bangun atau beli Fixie. Here We Go Again!
A. SEJARAH FIXIE
Nah, Urban People. Banyak yang udah tau Fixie di jaman yang serba modern ini, tapi kadang gak tau dari mana asalnya. Kalo emang kamu beneran suka sama jenis sepeda ini, kamu harus tahu juga dong segala hal tentang Fixie. Jangan sampe nanti kamu dicap sebagai “anak layang”, yang buat Fixie Cuma untuk ikut-ikutan aja, bukan untuk niat gowes untuk Indonesia yang lebih baik. Teknik Single Speed sebenarnya sudah ada semenjak tahun 1818. Ditemukan oleh Baron Karls Drais von Sauerbronn, seorang berkebangsaan Jerman. Tapi zaman itu, yah sepeda masih sederhana sekali, seperti yang ada di gambar. Sepeda Onthel, Becak, dan sepeda lainnya, sebenernya termasuk jenis sepeda single speed. Tapi, tidak Fixed Gear semua adalah. Jadi sedikit berbeda, urban people.
Fixed Gear sendiri mengandung arti, gir sepeda yang terus berputar ketika dikayuh, dan akan berhenti ketika kita berhenti(Fixed). Istilah kerennya “Lo usaha, Lo juga dapet”. Gitu lebih kurangnya.
Fixed Gear Bicycle atau yang banyak disebut Fixie sebenarnya berasal dari sepeda Velodrome, sebuah sepeda balap yang biasa dikompetisikan di dalam ruangan tertutup atau di track terbuka dan masuk juga sebenarnya di dalam salah satu cabang olimpiade.
Fixie sendiri mulai dikenal dunia asalnya dari Tukang Pos di New York, Amerika. Mereka mengendarai Fixie untuk memudahkan pengiriman surat di tengah kota New York yang padat. Lebih efisien sebenarnya memang menggunakan sepeda jenis ini. Sejak saat itu, popularitas Fixie terus dikenal dimana-mana. Mulai dari Los Angeles sampai Eropa, Jepang sampai Indonesia, hingga ke Australia
Dan satu lagi yang kalian harus tahu, Bapak Fixed Gear di dunia Bernama SHELDON BROWN. Dia pencetus pertama kali dalam penggunaan Fixed Gear di dunia olahraga Velodrome tadi. Jadi kalau ditanya sama orang-orang siapa dedengkotnya Fixie, jangan bilang gak tahu lagi ya?
B. Kenapa Harus Fixie?
Pertanyaan ini agak berat nih Urban People. Soalnya tiap orang punya alasan masing-masing soal bersepeda. Salah satu kutipan yang saya Tanya sama seorang teman saya yang pengguna Fixed Gear Bike, ada yang mengatakan, “Fixie itu lebih simple, gak ribet”. Sedangkan teman yang lain berpendapat Fixie lebih simpel di banding sepeda yg lain, baik daro bentuk, dari sistem penggeraknya dan 2 tahun lalu harga sepeda fixie lebih masuk akal.
Bisa kalian bayangkan. Orang-orang lebih memilih Fixie karena lebih simple, baik dalam pengoperasian, perakitan, dan juga mekanisme pasarnya lebih gampang dijangkau masyarakat kelas bawah hingga menengah. Inilah kenapa Fixie telah memiliki pasarnya sendiri di dalam masyarakat. Tapi bukan berarti sepeda lain gak bagus ya.
Tapi ada juga sebenarnya yang kurang suka dengan Fixie. Karena Fixie menggunakan gir fixed, otomatis ketika tanjakan dan turunan lebih susah dikendalikan dibanding sepeda biasa dengan gir lebih dari satu. Tapi kembali ke masing-masing orangnya lagi ya. Seperti yang Pak Mario Teguh katakana, “Hidup adalah Pilihan”. Super sekali Pak Mario.
C. Apa Yang Gue Butuhin Kalo Mau Bangun Fixie?
Sampai juga akhirnya disini. Oke, kalau kita berbicara soal Fixie, yang kita butuhkan pertama kali itu ada lumayan banyak sih sebenarnya. Berikut part-part dari Fixie yang harus Kita punya, kalau mau Fixie kita bisa jalan:
- - Frame Sepeda+ Fork (Usahakan Dropout-nya yang Horizontal atau juga Semi
Horizontal)
-
- -Stem+ Stang
c
-
-Rem(Ini opsional buat kamu yang mau lebih aman, atau masih belajar)
-Headset
-Seatpost+Seat clamp (Dudukan Sadel Sepeda)
-Saddle
-Bottom Bracket/BB
``````````-Crank+arms
-Pedal+ Toe Clip/strap( ini wajib ada kalau kamu gak menggunakan rem)
-
-Rantai
-Velg(Bebas mau pilih pakai yang ukuran berapa. Tapi umumnya menggunakan ukuran
700c atau 26 yang dipasaran)
-Spoke
-Hub+ cog(Pilihannya bisa Hub Six Bolt, Flip Flop, maupun yang biasa)
-Ban Dalam+Ban Luar( Ini ya Wajib ada pastinya. Kalo gak, gak jadi sepeda)
D. Tips dan Trik Kalo Lo Mau Buat Fixie
Urban People, kebanyakan dari kita susah banget ngerogoh kocek terlalu dalam untuk membangun sebuah Fixie atau juga beli yang langsung. Alasannya karena kita masih memikirkan, uang yang pakai untuk beli fixie bisa kita alihkan ke pendidikan. Soalnya Fixie kan MAHAL!
Nah lho, tadi dibilang di atas murah, ini kok mahal? Itu tergantung, kawan. Kita menggunakan part yang mahal atau yang murah-murah buatan lokal. Kalau kamu lebih mementingkan gengsi atau ketahanan part dibanding kocek, boleh lah pilih produk semerek Cinelli, NJS, VISP, dll. Tapi kalau yang kantongnya cekak? Bagaimana ya? Berikut cara menyiasatinya.
1. Jangan mentok harus beli part sepeda baru. Nah, benar tuh urban people. Kalau kamu mau hemat banyak, kamu bisa kok beli part sepeda bekas, kemudian kamu pugar lagi supaya lebih bagus. Kalau mau lebih hemat lagi, ya pakai saja part-part yang ada di rumah dan tidak terpakai, atau minta punya orang, apalagi nyuri (ini tidak disarankan).
2. Fixed Gear Bicycle gak berarti kamu harus pakai Ban 700c. Ini nih, yang banyak salah kaprah. Fixed Gear Bicycle itu gak harus kok pakai Wheelset 700c. Part MTB kamu lepasin misalnya, terus gir belakangnya kamu ganti jadi single speed, itu udah jadi Fixie kok. Tergantung Kreatifitas kamu aja yang bermain disini. Soalnya, produsen Velg 700c, ngebandrol harga yang lumayan mahal untuk sepasang Rim/Velg.
3.
3. Bersabar. Ini yang paling penting kalau kamu memutuskan untuk membangun Fixie tapi duit pas-pasan. Beli part-nya usahakan langsung semua, jangan satu-satu. Karena bisa lebih mahal di ongkos kirim. Usahakan kumpulkan uang sebanyak yang kamu mampu(Kalau gak kuat, jangan sampai nyolong ya?), kemudian beli part yang sesuai kantong kamu. Banyak yang kurang sabar langsung beli partnya satu-satu dari luar kota. Tapi jatuhnya ternyata lebih mahal. Maka dari itu saya sarankan. BERSABAR