Thursday, 22 August 2013

Happy Coda yang Menggoda







Sudah beberapa hari ini saya sedang melakukan pencarian atas album digital yang dimiliki oleh musisi dengan nama panggung FRAU ini. Hingga akhirnya saya sudah dianugerahi koneksi untuk mengunduh keseluruhan dari isi album ini melalui yesnowave.com

Lagu yang pertama kali langsung menyambut kuping saya adalah Something More. Irama khas FRAU terdengar mulai dari awal sampai akhir. Dengan irama yang naik turun, FRAU mengajak saya untuk naik turun menikmati lagu dari awal sampai akhir. Tidak ada kebosanan ketika mendengar lagu ini dari awal hingga akhir. 

Lagu selanjutnya yang menusuk kuping saya adalah Empat Satu yang menceritakan tentang satu jenis permainan menggunakan remi yang bernama sama dengan judul lagu. Sejenak lagu ini mengingatkan tentang bagaimana hidup itu diibaratkan sama dengan permainan tersebut. Cukup enak. Namun yang justru menjadi favorit saya adalah lagu berjudul Water. Irama di lagu ini mengingatkan pada lagu-lagu klasik tahun 30 hingga 40-an. Dimana waktu itu, tentu saja lagu berjenis ini jarang sekali diisi dengan vocal manusia.


  

 Dari segi musikalitas, album Happy Coda memang sungguh menggoda untuk disimpan. Terlihat sekali emosi kita diajak naik turun melalui album berisi 8 tracks ini. Kematangan dari segi musik dan lirik ditunjukkan oleh FRAU disini. Jika sebelumnya FRAU lebih banyak berbicara mengenai surrealisme, di album kali ini tampaknya ia ingin mengajak kita berbicara tentang hidup, realitas, dan hal yang berkaitan.

Terlebih dari keseluruhan, album Happy Coda bukan berarti tanpa cacat. Untuk penggemar FRAU dengan liriknya yang sedikit “berani” mungkin akan kecewa karena kehilangan lirik surrealisme sebelumnya. Tapi tanpa menggurui, lagu-lagu di album ini cocok untuk didengarkan kala sore sambil menyeruput teh atau kopi atau menemani tidurmu yang sendirian. (@danazumario)

(Gambar dari yesnowave.com dan detik.com)



Rate             : 4/5
Must Hear  : Water, Tarian Sari, Something More
Catatan        : Dengarkan sambil menulis cerpen satir, menyeruput kopi/teh




 (Download HAPPY CODA disini)

Saturday, 23 June 2012

Kamera Plastik, Gairah Analog dalam Balutan Bodi Plastik


   Prolog

Banyak yang pernah mengenal tentang “Kamera Analog” di era sebelum digital mulai menggema se-antero dunia. Kamera analog adalah Kamera dengan media penyimpanan masih berupa film seluloid dengan proses pencucian menggunakan cairan kamera. Kamera analog sendiri terdiri dari banyak macam, disadari maupun tidak. Beberapa jenis yang terkenal mendunia saat ini adalah: SLR, TLR, Kamera Plastik, Toycam, dll.




Kamera Plastik merupakan salah satu jenis kamera analog. Kamera ini masih menggunakan bodi berbahan dasar plastik dan juga (masih) menggunakan media penyimpanan berupa film seluloid. Sebut saja Holga, Diana, Fisheye, Olympus XA, Tustel dan jenis kamera legenda lainnya yang terkenal dan cult di kalangan pecinta kamera plastik. Kamera plastic sempat menjadi incaran banyak pengguna (sebelum era digital), karena penggunaannya yang mudah (Tanpa banyak pengaturan) dan ukurannya yang sangat compact-pada masa itu.

Selain itu, kamera plastik juga menjadi incaran karena harganya yang murah. Karena itu, eksperimen bisa lebih banyak dilakukan dengan menggunakan kamera jenis ini. Resiko kehilangan karena dicuri pun cenderung kecil dibanding kamera sejenis SLR, TLR, dan kamera digital. 

Gairah akan analog kembali bergejolak karena hal-hal standar tersebut. Banyak dari kita yang tidak mau lagi menerima Kamera Analog atau Kamera Plastik karena dianggap jadul dan tidak bisa disesuaikan dengan perkembangan zaman. Setau saya, malah saat ini kebanyakan perangkat lunak editing foto yang hadir di pasaran (Sebut saja Instagram, Pixrl-O-Matic, dll) menghadirkan lebih dari 50% fitur editing-nya dengan efek efek analog. Praktis memang. Tetapi, apa masih ada jiwa analog di dalamnya? Semua kembali ke Pribadi masing-masing tentunya.

Kamera Kamera Kamera!!


   Pilihan Penggunaan Kamera Plastik dan Keunggulannya

Berikut adalah beberapa jenis kamera analog yang sempat saya gunakan dan yang bisa saya jelaskan keunggulan dan juga kekurangannya (Semacam Guidance Awal  Sederhana Untuk Yang Tertarik dengan Kamera Analog):

Tustel/Compact Camera

Siapa yang tidak kenal dengan kawan “mungil” satu ini. Dibanding kamera yang lain, kamera ini sangat sederhana dalam penggunaannya, karena kita tidak perlu pusing akan focus, Shutter Speed, Diafragma, dan hal teknis lainnya. Kita hanya perlu fokus mengatur kompisis yang pas bagi objek dalam foto kita. Tustel terdapat yang manual dan yang menggunakan motor otomatis.

(+)  Minim pengaturan, bagus bagi yg membutuhkan respon cepat, dapat dibawa kemana-mana, dan cocok bagi yang ingin menyukai lensa analog sangat awal.

(-) Untuk motor otomatis, seringkali kerusakan sukar untuk dideteksi dan sparepart motor otomatis yang masih agak susah di dapat di pasar konvensional

Kamera Pilihan tersedia di Pasaran: Fujifilm Rio, Olympus mju, Fujifilm MDL-5, Fujica M1/MA1, dll.

Contoh Tustel Yang Sering Digunakan

Toycam/Lomo

Kamera jenis ini menjadi banyak incaran karena bentuknya yang unik dan lucu bagi kebanyakan kaum hawa. Namun jangan salah, kamera ini bisa menjadi senjata yang powerful di tangan yang tepat. Kamera jenis ini juga minim/sedikit pengaturan dan bisa menjadi pilihan bagi yang suka dengan hal berbau “lucu” sekaligus kemera yang bisa dibawa kemana saja.


(+) Enak dipandang mata, tidak terlalu berat, dapat sekaligus belajar tentang teknik diafragma dan Range Focus-untuk beberapa jenis kamera.

(-) Harga sparepart resmi sedikit mahal, tidak tahan jika dibawa ke tempat yang banyak dengan goncangan, karena bodi sedikit ringan dan berbahan plastik, rawan terhadap Light Leaks.
 Beberapa Pilihan Kamera di Pasaran: Holga 135BC, Diana Mini, Fisherprice Camera, Aquapix Underwater, dll

Contoh Toycam

 Rangefinder

Kebanyakan rangefinder memang sudah menggunakan bahan dasar campuran besi dan plastik, tetapi tidak menutup kemungkinan, bahwa beberapa jenis rangefinder masih berbahan dasar plastik atau memang sengaja dibuat berbodi plastik. Kamera jenis ini sudah memiliki pengaturan yang menyerupai SLR, terdapat Shutter Speed, Pengaturan ISO, Diafragma dan Rentang Fokus.

(+) Cocok untuk pengguna yang sudah punya dasar teknis fotografi, compact dan dapat dibawa kemana saja, dapat menghasilkan efek fokus blur seperti yang dihasilkan oleh SLR.
(-) Pengaturan yang sedikit rumit, sparepart yang sedikit susah didapat di pasar konvensional

Beberapa Pilhan Kamera di Pasaran: Lomo Smena 35, Olympus XA Family, dll

Rangefinder Plastik

 Beberapa hasil foto dari Kamera Plastik:

(All Pictures Belong to KLASTIC Pool on Flickr)

Jadi, kamera plastik jenis apa yang menjadi pilihan kalian hari ini?

(Pradana Fitra Zumario)
(Gambar dari Berbagai sumber)

Monday, 23 April 2012

RASUK yang Kian Menusuk, Album Unik dari The Trees And The Wild





The Trees and The Wild-RASUK

The Trees and The Wild. Jika pertama mendengar ini, apa yang muncul di pikiran kalian? Ada Pohon, dan kemudian ada Binatang jahat? Nama yang sebenarnya masih sedikit janggal dan terdengar sedikit absurd di telinga saya ketika pertama mendengarnya.

            The Trees and The Wild adalah Trio Musisi Alternative Folk di kancah Independent tanah air. Grup ini terdiri dari 3 orang sebagai 1 kesatuan, yaitu Remedy Waloni (vocals, acoustic guitar, synth, percussions, wine glass and glockenspiel)dan Andra B. Kurniawan (acoustic guitar, bass, backing vocals, glockenspiel, wine glass, and percussions).Dengan bantuan dari beberapa additional player, mereka menciptakan musik yang mendayu dayu tetapi tidak monoton dan penuh kejutan. Salah satu bakat musisi Indonesia yang tidak bisa kita pandang sebelah mata.



RASUK


Rasuk menceritakan tentang masing masing kisah. Lirik lirik berbahasa Inggris dan sederhana menghiasi album pertama dari TTATW (Singkatan dari Nama The Trees And The Wild). Pertama melihat judul, mata saya langsung terpaku dengan “Our Roots”. Sederhana di awal, dan penuh energidi akhir. Ada sedikit twist di akhir yang membuat saya agak geleng kepala. Lagu kemudian yang saya dengar adalah “Berlin”. Suasana instrumental dengan sentuhan back vocal wanita yang harmonis dengan suara Remedy membuat saya terdiam sejenak.

            Lanjut, kemudian saya penasaran dengan lagu bertempo cepat mereka di dalam “Derau dan Kesalahan”. Well, lagi lagi lagu ini pada awalnya bertempo lambat dan terus menanjak naik sampai akhir lagu. Masih dengan lirik yang sederhana. Kemudian di “Kata”, saya seperti di bawah ke dimensi lain dari folk. Suasana yang tidak bisa saya gambarkan dari lagu mereka.Setelah “Malino” dan “Fight The Future”, yang keduanya menurut saya menggambarkan kegalauan dan setiap mendengar lagi lagu ini, saya terkenang kembali ke masa lalu untuk tertawa, entah mengapa.

            “Noble Savage” membawa saya dan mengingatkan saya pada musik Folk ala Mariachi-Street Musician Mexico. Walau tidak secepat tempo yang dibawakan Mariachi, musik ini lebih unik. Bermain main dengan synth dan distorsi gitar yang tidak berlebihan. Unik, that’s’ it! Lagu kemudian terakhir yang saya dengar dari “Honeymoon On Ice” membawa saya kembali ke musik era 90-an. Mungkin efek distorsi ala Grunge yang tidak terlalu kasar membawa saya menikmati lagu ini lebih banyak. Ditutup dengan lagu berjudul “Verdure”, saya kembali tertidur dengan alunan dinamis.

            Album yang menurut saya wajib jadi koleksi kalian, jika memang kalian ingin musik yang bisa membuat mood kalian berubah. Lirik yang sederhana, musik yang kompleks, dan karakter suara yang berat. Itulah 3 kalimat yang bisa menggambarkan album RASUK dari The Trees And The Wild ini. Salah satu Upcoming Band yang menurut saya bisa mewakili Indonesia
(Pradana F.Z.)

Tuesday, 12 July 2011

Cyber Superstar, Sentuhan Pop Disco Dibalut Lirik Yang Romantis


Cyber Superstar Album Cover- Unik


Perkembangan musik Indie Indonesia sudah pada tahap yang bagus. Banyak grup Indie berkualitas terus bermunculan dan tidak mengikuti selera pasar. Hanya bermusik karena kecintaannya pada musik. Salah satu grup yang menarik hati saya adalah Stereomantic, grup Duo Electro Pop ini sudah menancapkan kukunya di belantika Musik Independent tanah air sejak 5 tahun yang lalu.

Beberapa waktu yang lalu, Stereomantic, sebuah grup duo yang beranggotakan Maria Ardiana Ferrari (vokal dan synthesizer) dan Iman Barkah Hudaya (gitar dan program) yang bergenre Electro Pop baru saja menelurkan sebuah album baru kedua, setelah sempat vakum selama beberapa lama tanpa album baru. Album kedua ini menjadi sebuah karya yang cukup ditunggu bagi kalangan pecinta musik Independent tanah air.

 Cyber Superstar menjadi Title untuk album kedua yang berisi 8 track yaitu Insomnia, Cyber  Superstar, Pergi Jauh, Sesuatu, Langitku, It’s Complicated,  Seperti Apa Rasanya Luka, Senandung. Di track pertama yaitu Insomnia kita diajak oleh Maria dan Iman dalam alunan lembut synthesizer beriring distrorsi gitar yang tidak memekakkan telinga yang dipadu dengan beat-beat menengah dengan sedikit sentuhan lirik yang kuat akan makna seorang wanita yang memimpikan seseorang yang bisa menemaninya kala sedang insomnia. Dengan masih bernuansa Disco yang tetap menjadi ciri khas dari Stereomantic, Lagu pertama sangat cocok dirasa menjadi pembuka untuk lagu berikutnya yang cukup ear-catching dengan vokal khas dari Maria, walau agak gelap tetapi tidak menghilangkan rasa gloomy dari lagu. Cyber Superstar adalah lagu kedua dari album ini yang bernuansa sedikit riang dengan masih mengandalkan suara synthesizer dan sample digital yang masih mendominasi lagu ini. Dengan beat yang sedikit sederhana dibanding lagu Insomnia yang agak sedikit gelap, lagu ini berkesinambungan menaikkan mood pendengar. Lanjut dengan lagu Pergi Jauh, kita diajak Maria dan Iman untuk bepergian jauh ke laut. Walau dengan lirik yang masih sarat dengan cinta, disandingkan dengan efek gitar yang lebih menonjol di lagu ini terus memacu keinginan untuk mendengar lebih lanjut lagu apa selanjutnya. Yak, dengan sahutan dari lagu Sesuatu, kita kembali dibawa ke lagu yang agak janggal(dalam arti baik). Dengan permainan efek synthesizer yang lebih membuat melayang dibanding lagu sebelumnya membuat kita mulai bisa masuk ke dalam emosi Stereomantic lebih dalam. Penyampaian lagu dengan irama gloomy dipadu disko beat yang cepat menjadikan lagu ini salah satu lagu peneman tidur terbaik. Disambung dengan Langitku, kita diajak semakin melayang dan masuk ke dalam dunia cyber superstar yang membuat kita seakan betul-betuk merasakan langit menerpa di wajah. Beat yang lebih berani dari sebelumnya tampak di lagu ini. Di lagu ini Gitar pun dimainkan sebagai lead Harmony sebelum masuk ke baris lagu selanjutnya. It’s Complicated menjadi sentuhan lengkap dengan lirik cinta yang lebih kuat di lagu ini. Lagu yang cocok bagi kita yang sedang dilanda cinta. Disini kita diajak cool down dan menikmati irama violin yang menjadi suguhan di lagu ini. Di Seperti Apa Rasanya Luka, kita semakin dibawa ke zona gelap dari cinta. Lirik yang mengiris hati dengan sentuhan vokal maria yang sedikit duka di lagu ini membawa kita merasakan emosi tersakiti setelah mendengar lagu ini. Efek Synthisizer dan gitar seimbang terdengar di lagu ini dengan beat yang masih bermain di Beat tidak terlalu cepat dan masuk di telinga. Di akhir kita disuguhi dengan lagu Senandung yang akustik yang sangat gloomy dengan iringan permainan piano elektrik dan Choir di belakang menambah kesan gloomy dari lagu terakhir ini. Emosi kita diajak naik turun dan terus ditekan.

 Seluruh lagu memiliki keunikan masing-masing. Dengan irama yang mendayu tetapi tidak melayu kita diajak untuk mengenang banyak cinta di hidup kita yang kita lupakan. Melalui Album Cyber Superstar, Stereomantic berhasil menyampaikan emosi yang baik kepada pendengar. Walau album ini masih terdengar sama dengan album sebelumnya. Tapi album ini sangat pantas untuk dimiliki, didengar, dan kemudian menjadi koleksi Playlist anda.

Lagu lagu dari Album Cyber Superstar  ini bisa anda dapat dengan gratis dengan mengakses stereomantic.com dengan panduan yang ada, anda bisa mendapat lagu ini via situs tersebut. Enjoy It!

Thursday, 9 June 2011

Fixie, Gaya Semau Loe!



 Rasanya gak muluk-muluk kalo saya ungkapkan kalimat ini untuk sepeda bergir fixed ini. Karena Fixie bukan lagi hanya sebagai alat transportasi maupun untuk cari keringat, tapi juga sudah jadi gaya dan harus punya ciri khas yang “kita banget” gitu di dalamnya. Jadi, bisa jadi kalo kita di jalan liat pake Fixie Ungu, “mungkin” saja Janda dengan identitas sepedanya. Haha, ya gak seperti itu juga. Maksudnya mungkin dia demen sama si JB atau emang suka aja sama tuh warna. Itu misalnya.
 Urban People, Kali ini saya akan membahas banyak soal Fixie. Mulai dari sejarahnya, kenapa orang lebih milih fixie, apa yang dibutuhin kalo kamu mau bangun Fixie, dan juga tips dan trik untuk yang mau nge-bangun atau beli Fixie. Here We Go Again!
   
     A. SEJARAH FIXIE

  Nah, Urban People. Banyak yang udah tau Fixie di jaman yang serba modern ini, tapi kadang gak tau dari mana asalnya. Kalo emang kamu beneran suka sama jenis sepeda ini, kamu harus tahu juga dong segala hal tentang Fixie. Jangan sampe nanti kamu dicap sebagai “anak layang”, yang buat Fixie Cuma untuk ikut-ikutan aja, bukan untuk niat gowes untuk Indonesia yang lebih baik.
  Teknik Single Speed sebenarnya sudah ada semenjak tahun 1818. Ditemukan oleh Baron Karls Drais von Sauerbronn, seorang berkebangsaan Jerman. Tapi zaman itu, yah sepeda masih sederhana sekali, seperti yang ada di gambar. Sepeda Onthel, Becak, dan sepeda lainnya, sebenernya termasuk jenis sepeda single speed. Tapi, tidak Fixed Gear semua adalah. Jadi sedikit berbeda, urban people.
 Fixed Gear sendiri mengandung arti, gir sepeda yang terus berputar ketika dikayuh, dan akan berhenti ketika kita berhenti(Fixed). Istilah kerennya “Lo usaha, Lo juga dapet”. Gitu lebih kurangnya.
 Fixed Gear Bicycle atau yang banyak disebut Fixie sebenarnya berasal dari sepeda Velodrome, sebuah sepeda balap yang biasa dikompetisikan di dalam ruangan tertutup atau di track terbuka dan masuk juga sebenarnya di dalam salah satu cabang olimpiade.
 Fixie sendiri mulai dikenal dunia asalnya dari Tukang Pos di New York, Amerika. Mereka mengendarai Fixie untuk memudahkan pengiriman surat di tengah kota New York yang padat. Lebih efisien sebenarnya memang menggunakan sepeda jenis ini. Sejak saat itu, popularitas Fixie terus dikenal dimana-mana. Mulai dari Los Angeles sampai Eropa, Jepang sampai Indonesia, hingga ke Australia
 Dan satu lagi yang kalian harus tahu, Bapak Fixed Gear di dunia Bernama SHELDON BROWN. Dia pencetus pertama kali dalam penggunaan Fixed Gear di dunia olahraga Velodrome tadi. Jadi kalau ditanya sama orang-orang siapa dedengkotnya Fixie, jangan bilang gak tahu lagi ya?

         B.     Kenapa Harus Fixie?

 Pertanyaan ini agak berat nih Urban People. Soalnya tiap orang punya alasan masing-masing soal bersepeda. Salah satu kutipan yang saya Tanya sama seorang teman saya yang pengguna Fixed Gear Bike, ada yang mengatakan, “Fixie itu lebih simple, gak ribet”. Sedangkan teman yang lain berpendapat Fixie lebih simpel di banding sepeda yg lain, baik daro bentuk, dari sistem penggeraknya dan 2 tahun lalu harga sepeda fixie lebih masuk akal.
 Bisa kalian bayangkan. Orang-orang lebih memilih Fixie karena lebih simple, baik dalam pengoperasian, perakitan, dan juga mekanisme pasarnya lebih gampang dijangkau masyarakat kelas bawah hingga menengah. Inilah kenapa Fixie telah memiliki pasarnya sendiri di dalam masyarakat. Tapi bukan berarti sepeda lain gak bagus ya.
Tapi ada juga sebenarnya yang kurang suka dengan Fixie. Karena Fixie menggunakan gir fixed, otomatis ketika tanjakan dan turunan lebih susah dikendalikan dibanding sepeda biasa dengan gir lebih dari satu. Tapi kembali ke masing-masing orangnya lagi ya. Seperti yang Pak Mario Teguh katakana, “Hidup adalah Pilihan”. Super sekali Pak Mario.
         C.     Apa Yang Gue Butuhin Kalo Mau Bangun Fixie?

Sampai juga akhirnya disini. Oke, kalau kita berbicara soal Fixie, yang kita butuhkan pertama kali itu ada lumayan banyak sih sebenarnya. Berikut part-part dari Fixie yang harus Kita punya, kalau mau Fixie kita bisa jalan:

-         - Frame Sepeda+ Fork (Usahakan Dropout-nya yang Horizontal atau juga Semi
      Horizontal)
    
-       











    -  -Stem+ Stang
c   
-         









          -Rem(Ini opsional buat kamu yang mau lebih aman, atau masih belajar)
       











     -Headset
    
    






    
    -Seatpost+Seat clamp (Dudukan Sadel Sepeda)
     
   









    -Saddle
     
      












         -Bottom Bracket/BB         
          
        















``````````-Crank+arms
      
  















          -Pedal+ Toe Clip/strap( ini wajib ada kalau kamu gak menggunakan rem)
     
-      
    






    -Rantai
     
       












         -Velg(Bebas mau pilih pakai yang ukuran berapa. Tapi umumnya menggunakan ukuran
      700c atau 26 yang dipasaran)
            
       
















         -Spoke
     
       



    -Hub+ cog(Pilihannya bisa Hub Six Bolt, Flip Flop, maupun yang biasa)
     
   






    -Ban Dalam+Ban Luar( Ini ya Wajib ada pastinya. Kalo gak, gak jadi sepeda)
      






 


    





    D.    Tips dan Trik Kalo Lo Mau Buat Fixie

Urban People, kebanyakan dari kita susah banget ngerogoh kocek terlalu dalam untuk membangun sebuah Fixie atau juga beli yang langsung. Alasannya karena kita masih memikirkan, uang yang pakai untuk beli fixie bisa kita alihkan ke pendidikan. Soalnya Fixie kan MAHAL!
 Nah lho, tadi dibilang di atas murah, ini kok mahal? Itu tergantung, kawan. Kita menggunakan part yang mahal atau yang murah-murah buatan lokal. Kalau kamu lebih mementingkan gengsi atau ketahanan part dibanding kocek, boleh lah pilih produk semerek Cinelli, NJS, VISP, dll. Tapi kalau yang kantongnya cekak? Bagaimana ya? Berikut cara menyiasatinya.

1. Jangan mentok harus beli part sepeda baru. Nah, benar tuh urban people. Kalau kamu mau hemat banyak, kamu bisa kok beli part sepeda bekas, kemudian kamu pugar lagi supaya lebih bagus. Kalau mau lebih hemat lagi, ya pakai saja part-part yang ada di rumah dan tidak terpakai, atau minta punya orang, apalagi nyuri (ini tidak disarankan).
       
         2. Fixed Gear Bicycle gak berarti kamu harus pakai Ban 700c. Ini nih, yang banyak salah kaprah. Fixed Gear Bicycle itu gak harus kok pakai Wheelset 700c. Part MTB kamu lepasin misalnya, terus gir belakangnya kamu ganti jadi single speed, itu udah jadi Fixie kok. Tergantung Kreatifitas kamu aja yang bermain disini. Soalnya, produsen Velg 700c, ngebandrol harga yang lumayan mahal untuk sepasang Rim/Velg.
    3.     
             3. Bersabar. Ini yang paling penting kalau kamu memutuskan untuk membangun Fixie tapi duit pas-pasan. Beli part-nya usahakan langsung semua, jangan satu-satu. Karena bisa lebih mahal di ongkos kirim. Usahakan kumpulkan uang sebanyak yang kamu mampu(Kalau gak kuat, jangan sampai nyolong ya?), kemudian beli part yang sesuai kantong kamu. Banyak yang kurang sabar langsung beli partnya satu-satu dari luar kota. Tapi jatuhnya ternyata lebih mahal. Maka dari itu saya sarankan. BERSABAR

    Search This Blog